Jokowi dukung pembangunan kanal Priok-Cikampek

Jokowi dukung pembangunan kanal Priok-Cikampek

JAKARTA. Pemerintah mendukung keinginan PT Pelindo II membuat kanal dari kawasan Pelabuhan Tanjung Priok ke Cikampek. Pengembangan kanal diperlukan sebagai alternatif angkutan barang.

Alternatif tersebut diyakini bisa mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalan. “Pengembangan tersebut bagus, karena kalau sekarang melalui jalan raya costnya terlalu tinggi,” kata Rini Soemarno, Menteri Badan Usaha Milik Negara usai rapat mengenai pemaparan program Pelindo II dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (5/2).

PT Pelindo II berencana membuat kanal dari kawasan Pelabuhan Priok ke Cikampek untuk mempercepat arus barang dari dan mengurangi kemacetan di kawasan industri di sekitar kawasan Cikampek, Cibitung, Cikarang menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok atau sebaliknya. Richard Joost Lino, Direktur Utama PT Pelindo II beberapa waktu lalu mengatakan bahwa rencananya pembangunan kanal tersebut akan dibagi menjadi dua bagian.

Bagian pertama, sepanjang 42 kilometer akan dibangun untuk menghubungkan jalur Pelabuhan Priok dengan kawasan industri di Cibitung.  Bagian pertama ini, rencananya akan menggunakan jalur atau kanal yang selama ini hanya digunakan sebagai sarana pengendali banjir di kawasan Jakarta dan sekitarnya.

“Kanalnya sudah ada, kami tinggal merehabilitasi kanal dan meninggikan tiga atau empat jembatan yang ada di situ supaya tongkang bisa lewat, dan anggarannya tidak banyak sekitar Rp 1 triliun,” kata Lino Rabu (28/1) lalu.

Bagian ke dua yang diperkirakan akan menelan dana Rp 2 triliun, akan dibangun untuk menghubungkan kanal di sekitar kawasan industri di Cibitung dengan kawasan industri di Cikampek. Lino mengatakan bahwa rencananya, untuk kanal bagian pertama, pembangunan akan mulai dilaksanakan tahun ini.

Targetnya, pembangunan kanal bagian pertama ini akan diselesaikan dalam waktu satu tahun sehingga akhir tahun depan kanal tersebut sudah bisa dimanfaatkan untuk angkutan barang. Sementara itu untuk kanal bagian ke dua, ditargetkan bisa selesai tahun 2017 atau 2018 mendatang.

Lino yakin, jika pembangunan kanal tersebut selesai, kemacetan di jalur darat yang selama ini terjadi akibat lalu lintas kontainer dari dan menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok bisa diatasi. Keyakinan ini didasarkan pada besarnya daya angkut tongkang yang mencapai 150 kontainer sekali angkut.

“150 kontainer itu kalau dihitung di jalan itu 3 kilometer antrian truk, bayangkan,” katanya.

Source : www.industri.kontan.co.id

About the Author
Probo Krismantoro