Nilai Investasi Pengembangan KEK Tanjung Lesung Capai Rp4,83 T

Nilai Investasi Pengembangan KEK Tanjung Lesung Capai Rp4,83 T

Metrotvnews.com, Banten: Banten seakan punya magnet baru dalam menarik investasi kakap ke Indonesia. Bagian selatan provinsi tersebut yakni Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, menyimpan segudang potensi bisnis kelas dunia yang bisa dikembangkan oleh para pemilik dana seperti pariwisata, ekonomi, industri, dan lainnya.

Melihat adanya potensi di atas, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2012 yang menetapkan Tanjung Lesung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

PT Jababeka Tbk ditunjuk sebagai pengembang kawasan industri tersebut. Jababeka melalui anak usahanya yakni PT Banten West Java (BWJ) Tourism, secara resmi akan mengoperasikan kawasan tersebut setelah Presiden Joko Widodo secara langsung meresmikan KEK Tanjung Lesung, Senin (23/2/2015).

Presiden Direktur PT Jababeka SD Darmono mengatakan, nilai investasi untuk mengembangkan proyek tersebut mencapai Rp4,83 triliun. Seluruh bagian KEK Tanjung Lesung ditargetkan akan rampung dibangun pada 2022.

Sesuai rencana, BWJ akan menggelontorkan investasi Rp1,4 triliun, selebihnya akan disetor dari kantong-kantong para tenant masing-masing Rp200 miliar hingga Rp4,83 triliun. Investasi tersebut akan dikucurkan dalam delapan tahapan.

Pertama, dana sebesar Rp361,25 miliar dialirkan tahun ini. Jumlah tersebut diperuntukkan bagi pengembangan lahan seluas 104 hektar (ha). Dari kebutuhan dana tersebut, sebesar Rp 200 miliar bersumber dari kas internal BWJ, selebihnya akan menggandeng beberapa pihak terkait, di antaranya PT Pelindo II (Persero).

Tahap kedua ditargetkan tahun 2016 dengan investasi Rp233,75 miliar, untuk mengembangkan lahan 152 ha. Tahap ketiga pada 2017 dengan nilai investasi Rp467,5 miliar untuk pengembangan lahan seluas 48 ha. Tahap keempat pada 2018 akan menjadi tahun puncak dimana investasi sebesar Rp2,04 triliun untuk mengembangkan lahan seluas 48 ha.

Selanjutnya tahap kelima pada 2015, dengan investasi Rp239,7 miliar untuk mengembangkan lahan seluas 55 ha. Tahap keenam pada 2020 rencananya akan menyerap investasi Rp187 miliar untuk pembangunan lahan seluas 55 ha. Tahap ketujuh pada 2021 dengan lahan seluas 85 ha, investasinya Rp329,8 miliar. Terakhir 2020 pengembangan lahan 528 ha dengan nilai investasi Rp382,5 miliar.

Darmono menambahkan, saat ini sejumlah investor telah menanamkan dananya di kawasan potensial ini. Mereka diantaranya telah membangun hotel dan vila mewah. “Dari total 1.500 ha lahan yang kami kelola di KEK Tanjung Lesung, baru 20 persennya telah digunakan. Jadi masih terbuka lebar pintu bagi investor lain,” tutur dia.

Source : www.metrotvnews.com

About the Author
Probo Krismantoro