Bongkar Muat di Priok Berhari-hari, JK: Singapura Hanya 1-2 Hari

Jakarta -Masa tunggu bongkar muat (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta sampai saat ini memakan waktu 7-5 hari. Hal ini jauh berbeda dibangingkan proses bongkar muat di pelabuhan di Singapura, yang maksimal hanya 1-2 hari.

“Kalau di Singapura itu hanya 1-2 hari. Kalau di sini masih 7 hari, nah sekarang turun. Setelah hampir 5-9 hari, ini kita turunkan 4 hari jadi 5 hari,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), dalam kunjungannya ke Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Kali Baru, Jakarta, Senin (1/6/2015).

JK mengatakan, bila bongkar muat barang di pelabuhan bisa ditekan hanya 1-2 hari saja, hal tersebut akan memangkas biaya distribusi barang sangat besar.

“Karena kalau 6-7 hari, bayangkan berapa sewa kapalnya, itu dibebankan pada ongkos distribusi barang,” katanya.

JK menambahkan, maka dengan dibangunnya Pelabuhan New Tanjung Priok, yang akan diperkirakan selesai pada Juli untuk tahap I, bongkar muar di pelabuhan di Jakarta bisa lebih cepat lagi, sehingga biaya distribusi barang turun.

“Mudah-mudahan ini Juli sudah tahap pertama dengan panjang 800 meter sudah selesai semua. Baru nanti tahap kedua lagi 4.000 meter,” ungkapnya.

JK juga mengapresiasi proyek New Tanjung Priok ini, yang pengerjaanya lebih cepat dari yang direncanakan. “Baru kali ini pembangunan pelabuhan tahap pertama lebih cepat dari schedule,” tutupnya.

Seperti diketahui, Indonesian Port Corporation (IPC) atau PT Pelindo II (Persero) menargetkan mulai meresmikan dibukanya terminal I Pelabuhan Kalibaru atau New Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada September 2015. Terminal yang dibuat di atas laut ini mulai groundbreaking pada 21 Maret 2013 oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Terminal I dibangun di atas laut Teluk Jakarta, membutuhkan total 9.185 tiang pancang untuk membangun terminal peti kemas ini. Keseluruhan panjang dermaga terminal I mencapai 800 meter dengan kapasitas daya tampung sebesar 1,5 juta TEUs.

IPC mendapatkan utang dari 7 konsorsium bank asing sebanyak US$ 1 miliar untuk membiayai pembangunan proyek ini. Ketujuh bank asing tersebut yakni Deutsche Bank, ANZ, BTMU, SMBC, Mizuho, Societe Generale, dan UOB.

Source : www.detik.com

About the Author
Probo Krismantoro