Akses Tol Tanpa Permukiman Elite

Jakarta – Jalan tol Cilincing-Cibitung bakal melewati sejumlah daerah yang “terpencil” di kawasan Bekasi Utara. Butuh waktu berjam-jam buat keluar dari jalan tol terdekat untuk sampai di kawasan-kawasan itu. Sebagian daerah ini masih rawa-rawa atau persawahan. Sebagian lagi membelah perumahan sederhana, dengan ukuran di bawah 50 meter persegi.

Tapi, biarpun bakal diberi akses jalan tol, para pengembang, terutama untuk pasar menengah-atas, agaknya kurang tertarik pada daerah ini. Padahal biasanya akses tol menjadi pemikat pengembang perumahan menengah-atas. Penyebabnya ternyata sederhana: “Exit ruas tol di sana dibuka bukan untuk memudahkan pemilik kendaraan pribadi, tapi memudahkan pelaku industri memindahkan barangnya ke Tanjung Priok,” ucap Ali Tranghanda, salah satu pengamat properti, dalam majalah detik edisi 200.

Saat ini di sejumlah wilayah yang berimpitan dengan rencana ruas tol Cilincing-Cibitung—dan berdekatan dengan rencana jalur tongkang peti kemas yang akan dibangun Pelindo II—sudah ada sejumlah pengembang yang membuka proyek, tapi proyeknya adalah permukiman sederhana. Rumah satu lantai dengan luas umumnya di bawah 50 meter persegi.

Di Desa Kertamukti, Cibitung, ada developer yang mengembangkan 200 rumah di sisi kanan kanal yang bakal diperlebar itu. Tak jauh dari Desa Kertamukti, Desa Muktiwari, tumbuh perumahan sederhana bernama Perumahan Bumi Sakinah 4. Kemudian di Kecamatan Tambun Selatan, tepatnya di Desa Sumberjaya, developer perumahan sederhana juga membangun sedikitnya 300 rumah dengan nama Perumahan Green Permata.

Source : www.news.detik.com

About the Author
Probo Krismantoro