Jualan Pelabuhan New Sorong, Pelindo II Gandeng Port of Townsville

CANBERRA, PT Pelindo II (Persero) akan mulai membangun pelabuhan baru atau New Port of Sorong di Provinsi Papua Barat. Pelabuhan New Sorong akan menjadi bagian dari 5 pelabuhan utama pendukung Tol Laut gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Rencananya, Pelabuhan New Sorong mulai dibangun awal 2016 dan rampung awal 2018. Untuk mendukung operasional dan promosi Pelabuhan New Sorong, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) operator pelabuhan ini menggandeng operator pelabuhan tersibuk pada bagian Australia Utara, Port of Townsville.

Untuk mendukung promosi ini, telah ditandantangi perjanjian kerjasama antara Direktur Utama (Dirut) Pelindo II, RJ Lino dan Chief Executive Officer (CEO) Port of Townsville, Renita Garad di National Convention Centre Canberra, Australia, Jumat (13/11/2015).

“Tahun depan Sorong groundbreaking karena Townsville nanti ke depan akan banyak berhubungan dengan Sorong. Kalau mau ke Far East (China, Jepang, Korea), kapal besar dari Townsville bisa singgah di Sorong atau sebaliknya. Kita ingin promosi Sorong,” kata Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino.

Lanjut Lino, Port of Townsville memiliki peran besar terhadap lalu lintas barang ke Indonesia. Produk pertanian seperti sapi dan gula atau tambang timah yang dieskpor melalui Port of Townsville ke Indonesia, proses pengirimannya harus melalui beberapa kali transit sebelum dibawa ke Pelabuhan di Indonesia karena pengiriman tidak terlalu banyak.

Alhasil, biaya angkut menjadi mahal dan waktu tempuh lebih lama. Maka, melalui kerjasama ini, barang-barang dari 3 bagian di Australia seperti Townsville, Darwin hingga Kens bisa langsung dibawa ke Indonesia melalui Sorong tanpa perlu transit.

“Barang-barang dari Townnsville mau di eskpor ke Far East (China, Jepang, Korea) atau ke Indonesia, itu mesti ke Brisbene ke bawah. Padahal dari Townsville ke Brisbane 1 kontainer bisa AUD $ 2.000 baru pakai kapal besar dari Brisbane ke Far East. Selama ini, dia lewat Sorong tapi nggak singgah jadi kalau Sorong jadi itu untuk mereka lebih murah,” ujarnya.Selanjutnya, barang-barang yang tiba di Pelabuhan New Sorong akan disebar ke seluruh penjuru negeri menggunakan armada Tol Laut atau angkutan kapal laut berjadwal.

“Nanti kalau dari Sorong mau didistribusiukan ke Indonesia, dia bisa pakai konsep tol laut itu. Dibagi ke seluruh Indonesia,” sebutnya.

Di tempat yang sama, Duta Besar Indonesia untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, menjelaskan kerjasama antara Pelindo II dan Port of Townsville bisa mendorong peningkatan konektivitas lalu lintas barang antar kedua negara. Ia memandang kerjasama ini sangat strategis karena barang-barang komoditas dari Australia bisa dikirim ke Indonesia tanpa perlu transit ke Singapura dan area Far East (Jepang, China dan Korea) baru kemudian dibawa ke Indonesia dengan kapal lebih kecil.

“Pak Lino pioneer yang luar biasa dengan gandeng utara, Townsville. Townsville sebetulnya sudah deket dengan kita, dekat Papua. Kalau Sorong satu saat dibuka menjadi pelabuhan samudra yang besar. Sekarang ini, semua disapu dari bawah (lalu lintas kontainer) yakni dari Melbourne, Sydney, Brisbane, Townsville, Kens terus Singapura atau Far East baru disebar ke kita,” kata Nadjib.

Source : www.finance.detik.com

About the Author
Theo Wibisono