Ada New Sorong, Kontainer Australia ke RI Tak Perlu Transit

CANBERRA, Lalu lintas kontainer dari Australia tidak semua bisa langsung dibawa ke Indonesia meski secara geografis kedua negara saling berbatasan. Selama ini, pengiriman komoditas tertentu atau barang dari Australia melalui laut harus melalui beberapa kali transit di pelabuhan Singapura atapun pelabuhan di area Far East (China, Jepang dan Korea), baru dikirim ke Indonesia menggunakan kapal berukuran lebih kecil.

“Sekarang, dari Townsville ke atas dulu baru ke bawah, dia ke Priok bisa 1 bulan lebih,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II, RJ Lino di National Convention Centre Canberra, Australia, Jumat (13/11/2015).

Tidak hanya mampir di beberapa negara, barang dari Australia bagian utara seperti produk tambang dan pertanian dari Port of Townsville harus singgah terlebih dahulu di pelabuhan dalam negeri Australia seperti Brisbane baru disebar ke pelabuhan besar di Asia kemudian dibawa lagi ke Indonesia.

Dengan adanya Pelabuhan New Sorong, Lino optimis hal tersebut tidak akan terjadi. Selanjutnya barang yang tiba di New Sorong bisa disebar ke seluruh pelabuhan besar lainnya menggunakan menggunakan armada Tol Laut yang berlayar secara berjadwal.

Untuk merealisasikan rencana ini, Pelindo II mengalokasikan dana Rp 3,5 triliun sampai Rp 4 triliun dari kas internal dan obligasi untuk membangun Pelabuhan New Sorong. Pembangunan tahap awal akan dimulai awal 2016 dan tuntas 2018. Saat beroperasi, Pelabuhan New Sorong bisa menampung kontainer 700.000 TEUs per tahun.”2016 pembangunan kemudian 2018 awal sudah selesai kemudian pertengahan oeprasi 2018. Tahap awal operasikan 700.000 TEUS. Itu bisa layani kapal sekarang yang berlayar dari Sydney dan Brisbane karena kedalaman alami (drag) minus 18 meter,” ujarnya.

Selain waktu tempuh lebih pendek, biaya angkut juga bisa dipangkas. Dari Townsville ke Brisbane biaya 1 kontainer AUD$ 2.000. kalau Sorong jadi, maka kirim barang Sorong-Townsville baru kita-kira AUD$ 500-600 nggak lebih. Disamping waktu juga lebih cepat,”ujarnya.

Pelabuhan New Sorong direncanakan dibangun pada lahan 7.500 hektar. Proses pembebasan lahan dilakukan bertahap. Hingga akhir Desember 2015, lahan terbebaskan ditargetkan 200 hektar. Selain membangun pelabuhan, Pelindo II mengkonsep Pelabuhan New Sorong sebagai kawasan industri untuk produk perikanan, kayu hingga CPO di wilayah Indonesia bagian timur.

Source : www.finance.detik.com

About the Author
Theo Wibisono