2016, Pelindo II Bangun Pelabuhan Khusus Tambang Pertama di Kalbar

JAKARTA, Kompas.com –PT Pelindo II (Persero) akan membangun pelabuhan khusus pengangkutan komoditas pertambangan pertama, di Kijing, Kalimantan Barat. Direktur Keuangan Pelindo II Orias Petrus Moedak mengatakan, rencananya pelabuhan ini akan mulai dibangun awal tahun 2016.

“Ini pertama kali (Pelindo bangun pelabuhan tambang). Kalau (hanya) menerima (barang tambang), kita sudah bisa di Cirebon (batubara) dan Bengkulu,” kata Orias di Jakarta, Jumat (13/11/2015). Orias mengatakan, investasi yang dikeluarkan untuk proyek tersebut di kisaran Rp 4 triliun hingga Rp 5 triliun. Orias menambahkan, dalam proyek ini Pelindo bekerjasama dengan BUMN lain, yakni PT Aneka Tambang (Persero).

“Karena dia kan yang punya lahan di situ. Kita siapkan lahannya, dan mungkin Antam akan beli lahan juga untuk dia sendiri di area pendukung,” kata Orias.

Adapun area pendukung atau back up area Pelabuhan Kijing luasnya mencapai 5.000 hektare. Orias mengatakan, adanya Pelabuhan Kijing diharapkan memudahkan aktivitas pengangkutan barang tambang. “Pelabuhan yang ada sekarang itu tidak memadai. Kalau aluminium dan bauksit itu terus berkembang, (pelabuhan yang ada) tidak memadai,” ujar dia.

Terletak di bagian utara Kalimantan Barat, Kijing dekat dengan wilayah perairan Laut China Selatan. Melihat hal ini, Orias menuturkan, pelabuhan yang memang direncanakan menjadi pelabuhan internasional ini bisa menjadi hub kapal-kapal dari dalam dan luar negeri. Pelabuhan ini memang untuk (aktivitas ekonomi) Kalimantan Barat. Tapi tidak menutup kemungkinan, karena ini di Laut China Selatan, itu bisa menjadi alternatif (hub) juga,” kata Orias.

Source : www.bisniskeuangan.kompas.com

About the Author
Theo Wibisono