2017, Terminal Kapal Penumpang di Ancol Timur Dilelang

Jakarta, Pemerintah menargetkan untuk melelang terminal khusus kapal cruise dan kapal penumpang Pelabuhan Tanjung Priok yang rencananya terlokasi di Ancol Timur pada 2017. Sementara itu, pelaksanaan kajian kelayakannya ditargetkan mulai 2016 dan selesai pada tahun yang sama.

Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Bay M Hasani mengungkapkan, pemerintah berencana memindahkan terminal penumpang Tanjung Priok dari yang eksisting ke wilayah Ancol Timur. Akan tetapi, PT Pelindo II tidak serta merta berhak untuk membangun dan mengelola terminal tersebut. Untuk rencana sementara ini, terminal tersebut diproyeksikan untuk dilelang.

“Yang mengembangkan belum tentu Pelindo II, tergantung nanti bagaimana skemanya karena itu baru kan? Bisa dilelang atau penunjukan langsung, tergantung nanti peran Pelindo II seperti apa? Tetapi, Pelindo II sudah tahu tentang ini, mungkin mereka akan berusaha,” kata Bay di Jakarta, pekan lalu.

Bay menjelaskan, terminal penumpang eksisting diproyeksikan menjadi terminal peti kemas. Karena itu, sebelum memulai pelaksanaan studi kelayakan yang juga mencantumkan titik koordinat lokasi, pengerjaan rencana induk pelabuhan (RIP) Priok perlu ditetapkan terlebih dulu. “Kami ini sedang merampungkan RIP terlebih dulu, yang nantinya ditetapkan. RIP kemungkinan bisa ditetapkan pada tahun depan,” kata Bay.

Menurut dia, pembangunan terminal penumpang baru itu menjadi bagian dari rencana jangka pendek atau program lima tahun dalam RIP Priok tersebut. Terminal itu akan dibangun di atas tanah hasil reklamasi dengan luas sekitar 500 hektare (ha). “Jadi, pembangunan itu termasuk dalam rencana lima tahun, di antara lima tahun setelah RIP ditetapkan. Bisa setahun atau dua tahun, kami lihat dulu yang penting Amdalnya siap,” ujar dia.

Selain dapat mengakomodasi kapal cruise dan kapal penumpang, sambung Bay, terminal itu juga nantinya dipakai sandar untuk kapal perang negara sahabat yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Namun demikian, Bay belum dapat menyebutkan perihal perkiraan dana yang dibutuhkan untuk membangun terminal itu. Dia mengungkapkan, taksiran nilai tersebut baru bisa didapatkan apabila telah dikerjakan detailed engineering design (DED).

Source : www.beritasatu.com

About the Author
Theo Wibisono