Gandeng Pelindo II, Dirut Pelindo IV Akui Kekurangan Modal

Jakarta, Direktur Utama Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Doso Agung mengakui, kerja sama pembentukan perusahaan joint venture dengan PT Pelindo II lantaran pihaknya tidak mempunyai cukup modal untuk mengelola dan mengembangkan beberapa pelabuhan mereka. Perusahaan patungan tersebut akan mengelola dan mengembangkan empat pelabuhan yang selama ini dikelola Pelindo IV.

“Kami ini saking (karena) luasnya wilayah yang harus dikembangkan, kecukupan finansial kami kurang. Sudah dapat paling kecil disuruh bangun di tempat paling besar. Maka, perlu dibentuk anak usaha dengan Pelindo II. Kami lihat Pelindo II memiliki akses modal yang paling mudah,” ungkap Doso, di Jakarta, Kamis (10/12).

Doso menambahkan, nantinya Pelindo II yang menginjeksi modal terhadap perusahaan patungan yang dimaksud. Selain itu, kerja sama pengoperasian dan pengembangan pelabuhan itu termasuk dalam bentuk fisik sekaligus software serta teknologi. “Sampai saat ini masih pembahasan final. Pada prinsinya kami mendukung ini, tetapi yang paling penting program ini, dan program murni Pelindo IV tidak saling mematikan. Justru, kami senang pelabuhan kami ditingkatkan oleh anak usaha itu, jadi makin dilancarkan,” ujar dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino mengungkapkan, alasan mereka berminat untuk membentuk perusahaan patungan dengan Pelindo I sebagai bentuk kontribusi Pelindo II dalam menyinergikan BUMN serta membangun negeri ini. Pelindo I, III, dan IV, kata dia, mengalami kesulitan pendanaan, yakni tidak memiliki kemampuan lagi untuk mendapatkan pinjaman.

“Kenapa kami masuk? Karena sekarang ini Pelindo I,III, dan IV sudah tidak punya uang, jadi kemampuan untuk pinjam sudah habis. Sementara kami, hari ini saja punya Rp 18,5 triliun di bank. Dengan structure financing kami, yakni punya free risk cash flow yang US$ 288 juta per tahun, itu bisa issue sekitar Rp 55 triliun. Kami punya uang lebih dari Rp 70 triliun, dan ini kesempatan buat bantu,” kata Lino di sela seminar Indonesia’s Maritime Logistics Panel Discussion di Jakarta, Kamis (10/12).

Source : www.beritasatu.com

About the Author
Theo Wibisono