Disnav Tanjung Priok Lakukan Penandaan Alur Terminal Kali Baru

Jakarta, (beritatrans.com) – Kantor Distrik Navigasi (Disnav) Kelas I Tanjung Priok melakukan survey bathymetric batas kedalaman antara alur yang sudah dikeruk dan yang masih dalam pengerjaan. Hal ini terkait dengan uji coba fungsi dermaga NPCT1 Pelabuhan Kali Baru yang rencananya akan dioperasikan pada bulan Juli mendatang. Uji coba penyandaran kapal juga telah dilakukan pada Kamis, 28 Januri 2016.

“Untuk menunjang aspek keselamatan dan keamanan pelayaran pada alur Pelabuhan Tanjung Priok-Kali Baru kami sudah melakukan survey bathymetric untuk mengukur kedalaman alur,” kata Kepala Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok Drs. Eko Hadi Rumekso, MBA kepada beritatrans.com dan Tabloid Berita Trans di Jakarta, Minggu (31/1/2016).

Menurut Eko, survey bathymetric dilakukan sepanjang kurang lebih 1,5 mil lebar 100 meter dengan interval 10 meter antara lajur ditambah cross 5 lajur dengan interval 50 meter. Selain itu, Disnav Tanjung Priok juga telah melakukan penandaan pada batas alur dengan memasang dua buoy merah yang masing-masing ditempatkan pada posisi 06-5-31.00 S/106-53-12.40 E dan 06-5-30.60 S/106-53-47.90 E. Jarak buoy nomor 1 dan buoy nomor 2 sekitar 1.600 meter.

Setelah dilakukan survey ternyata masih terdapat spot kedangkalan sekitar 5 vmeter dari buoy kearah alur sehingga kedua buoy merah tersebut harus direposisi kembali untuki menghindari kapal-kapal melewati area dangkal tersebut. Reposisi buoy merah nomor 1 ke posisi 6-5-39.70 S/106-53-13.41 E dengan jarak sekitar 250 meter. Sedangkan reposisi buoy merah nomor 2 ke posisi 6-5-39.67 S/106-53-48.28 E dengan jarak sekitar 270 meter.

Dalam uji fungsi penyandaran kapal pada dermaga NPCT1 yang dilakukan pada 28 Januari 2016 lalu, menggunakan alur eksisting dengan panjang alur 3 mil dan lebar 360 meter dengan kedalaman -14 meter. Hasilnya cukup dan aman untuk dilewati oleh kapal dengan Drough 9 meter lebar 26 metger dan bobot 14.000 ton. Sementara untuk kolam putar pada dermaga NPCT1 sekitar 500 meter dan dermaga yang digunakan untuk sandar kapal panjang 450 meter dan lebar 56,5 meter.

“Diharapkan PT Pelindo II Cabang Tanjung Priok agar selalu melakukan koordinasi dengan pihak Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok dan Kepanduan Tanjung Priok setiap kali melakukan penyandaran kapal pad NPCT1 sebelum pengerjaan pengerukan dan reklamasi selesai pada Juni 2016 mendatang,” kata Eko. Tujuan koordinasi dengan kedua instansi tersebut, kata Eko, untuk memperoleh kejelasan alur agar keamanan dan keselamatan pelayaran dapat lebih terjamin selama pengerjaan Pelabuhan Tadnjung Priok-Kali Baru masih dalam proses penyelesaian.

“Selain itu, pada area dermaga NPCT1 yang masih ada pengerjaan pengerukan belum bisa dilakukan survey sehingga kapal yang akan masuk pada dermaga tersebut belum direkomendasikan untuk digunakan,” ujarnya.

Source : www.beritatrans.com

About the Author
Theo Wibisono