Di Kantor Pelindo II, Rizal Ramli: Saya Minta Penjelasan Soal Pelabuhan Kalibaru

Jakarta, Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli siang tadi menyambangi Kantor Pusat PT Pelindo II, di area Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saat berdialog dengan manajemen Pelindo II dan anak usahanya, Rizal bertanya soal proyek raksasa pengembangan Pelabuhan New Priok atau Kalibaru.

Rizal meminta penjelasan terkait mundurnya penyelesaian hingga dugaan over budget proyek pelabuhan yang dibangun di atas laut itu.

“Soal Kalibaru, saya minta penjelasan. Ini jadwal mundur terus untuk implementasi sehingga terjadi cost of run. Kemudian budget bergeser. Padahal ekspansi dibiayai pinjaman, dan bond. Kami mohon Bu Retno (Retno Soelistiyanti, Dirut PT Pengembang Pelabuhan Indonesia) untuk menjelaskan,” tanya Rizal di Kantor Pusat Pelindo II, Jakarta, Kamis (18/2/2016).

PT Pengembang Pelabuhan Indonesia, anak usaha Pelindo II yang bertugas mengembangkan New Priok, menanggapi pertanyaan Rizal tersebut. Direktur Utama PT Pengembang Pelabuhan Indonesia, Retno Soelistiyanti, menjelaskan ada persoalan izin yang harus diselesaikan dalam masa pengembangan. Alasan lain yang memicu mundurnya masa pengoperasian adalah keterlambatan pembangunan akses jalan yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Tak hanya itu, jalur akses keluar masuk New Priok harus digeser agar tidak bersinggungan dengan hunian warga.

“Proyek ini bersinggungan dengan proyek pemerintah sehingga gate kami menyesuaikan proyek PU yakni jalan tol. Di sana ada yang dibongkar, sehingga baru naik April, akhirnya main gate menyesuaikan,” jelas Retno. Retno menambahkan, proyek New Priok tak ada pembengkakan biaya investasi seperti ditudingkan. “Terus biaya, tidak ada pembengkakan. Kita pakai US dolar dan rupiah, ditotal jadi Rp 10 triliun – Rp 11 triliun,” tambahnya.

Akibat adanya masalah teknis, Pelindo II memang mengajukan pengunduran waktu pengoperasian dari Januari 2016 menjadi Juni 2016. “Melakukan penyesuaian Juni 2016. Terminal bisa operasikan pakai trial, jalan siap, listrik sudah siap,” tambahnya.

Mendapat laporan itu, Rizal meminta bawahannya untuk mengontak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar mempercepat penyelesaian akses tol di pelabuhan. “Pak Sesmenko telepon PU percepat main gate,” perintah Rizal.

Source : www.finance.detik.com

About the Author
Theo Wibisono