Ada Reklamasi di Proyek New Priok, Ini Penampakannya

Jakarta, Pengembangan Pelabuhan Kalibaru atau New Priok di Tanjung Priok, Jakarta Utara, terus berlanjut. Setelah PT Pelindo II (Persero) menyelesaikan pembangunan New Priok Container Terminal 1 (NPCT 1) dengan kapasitas 1,5 juta TEUs, kini pengembangan berikutnya dilakukan dengan jalan melakukan reklamasi di dekat NPCT 1.

“Sekarang sedang dilakukan reklamasi,” kata Corporate Secretary and General Affair PT Pengembangan Pelabuhan Indonesia (PPI), Hambar Wiyadi, kepada detikFinance, Selasa (8/3/2016).

PPI merupakan anak usaha Pelindo II yang diberi tugas mengembangkan New Priok. Lahan reklamasi di dekat Terminal 1 akan dipakai membangun 4 terminal yakni 2 terminal peti kemas dan 2 terminal produk oil and gas. Pembangunan 5 terminal, termasuk NPCT 1 masuk ke dalam pengembangan fase I.

Reklamasi dalam proyek New Priok fase I dilakukan untuk membuat terminal seluas 180 hektar (90 ha untuk 2 terminal peti kemas dan 90 ha untuk terminal produk). Pasca reklamasi, pembangunan fisik tidak bisa langsung dilakukan.

“Reklamasi butuh pemadatan 2-3 tahun. Pemadatan dilakukan biar nggak turun lagi,” tambahnya.Proyek reklamasi fase I, lanjut Ambar, telah mengantongi izin lingkungan berupa Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). AMDAL bisa keluar karena pada fase I, ada 1 terminal yakni NPCT 1 dibangun mengambang di atas laut dengan teknik konstruksi deck on piles tanpa reklamasi. Skema ini mirip dengan pembangunan tol atas laut Bali yang dibangun memakai tiang pancang tanpa melakukan reklamasi atau pengurukan area pantai.

Dengan teknik ini, arus laut di Pantai Utara Jakarta tetap terjaga. “Kita sudah dapat AMDAL, itu sudah sekalian tahap 1 dan tahap 2. AMDAL cepat keluar karena NPCT 1 pakai skema deck on piles agar sirkulasi pantai utara Jakarta nggak terganggu. Kalau NPCT 1 ditutup maka nggak ada sirkulasi,” sebutnya.

Sejalan dengan proses reklamasi, Pelindo II sedang melakukan bidding internasional untuk menggandeng mitra sebagai operator dan investor di pengembangan fase I lanjutan (4 terminal). Pada NPCT 1, Pelindo II membuat perusahaan patungan dalam pengembangan dan pengelolaan dengan investor Mitsui, NYK (Perusahaan Jepang), dan PSA (Perusahaan Singapura) dengan masa konsesi 25 tahun.

“Kita lagi bidding internasional. Pokoknya kita tawarkan ke shipping lines dan operator pelabuhan kelas internasional,” ujarnya. Targetnya Terminal 2 dan Terminal 3 beroperasi tahun 2023 sedangkan 2 Terminal Produk beroperasi tahun 2024. Total investasi pada proyek New Priok fase I sebesar Rp 48 triliun. “Ini dibiayai dari sindikasi perbankan dengan investor tanpa APBN,” sebutnya.

Source : www.finance.detik.com

About the Author
Theo Wibisono