Ini Penampakan Pelabuhan New Priok dari Udara

Jakarta, Proyek pembangunan pelabuhan New Priok Container Terminal 1 (NPCT 1) di Jakarta Utara sudah rampung 100%. Pembangunan dilakukan di atas laut dengan skema konstruksi deck on piles alias tidak ada reklamasi.

detikFinance memperoleh kesempatan menengok lebih dekat proyek pembangunan New Priok. Pekerjaan fisik pelabuhan sudah rampung. Kontraktor hanya masih melakukan penyelesaian bangunan perkantoran di area terminal. Area perkantoran seperti Bea Cukai berada di pintu masuk terminal, sedangkan dalam terminal khusus untuk operasi.Di sisi berbeda, pekerjaan lanjutan pelabuhan New Priok fase I sedang dilanjutkan. Pembangunan lanjutan dilakukan dengan skema reklamasi. Terlihat alat berat terus bekerja.

Pekerja juga sedang mempersiapkan area jembatan timbang di area pintu akses New Priok. detikFinance juga sempat menggunakan drone untuk memantau New Priok dari udara. Terlihat berbabagi jenis crane telah terpasang di area NPCT 1. Di sisi berbeda, bangunan megah pelabuhan New Priok, dikelilingi pemukiman padat penduduk yang berdiri di atas lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) milik PT Pelindo II (Persero).Di dekat pintu masuk, tampak pekerjaan jalan Tol Akses Pelabuhan Tanjung Priok yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga sedang dikebut.Meski telah rampung 100%, NPCT 1 belum bisa melayani secara komersial proses bongkar muat peti kemas.

“Saat ini masih trial operation. Rencana full operasi NPCT 1 pada September 2016,” ujar Corporate Secretary and General Affair, PT Pengembangan Pelabuhan Indonesia (PPI), Hambar Wiyadi, kepada detikFinance di Lokasi Proyek New Priok, Jakarta Utara, Senin (4/4/2016).PPI merupakan anak usaha Pelindo II yang bertugas mengembangkan New Priok. Ambar menjelaskan fasilitas di New Priok bisa melayani kapal dengan kapasitas 15.000 TEUs. Untuk mendukung itu, kedalaman kolam bakal dikeruk menjadi minus 16 meter.

Area Terminal NPCT 1 mampu melayani sampai 1,5 juta TEUs peti kemas per tahunnya. Terminal akan melayani aktivitas bongkar muat untuk barang ekspor dan impor.

Source : www.finance.detik.com

About the Author
Theo Wibisono