Harga Tiket Bus Naik Dua Kali Lipat, Warga Jakut Manfaatkan Mudik Gratis IPC

Harga Tiket Bus Naik Dua Kali Lipat, Warga Jakut Manfaatkan Mudik Gratis IPC

Jakarta – Program mudik gratis dengan menggunakan armada bus yang digelar oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) pada Rabu (29/6) dipadati oleh ribuan pemudik. Mereka merupakan pekerja di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok maupun warga yang bermukim disekitarnya.

Harga tiket bus yang naik hingga dua kali lipat serta habisnya tiket mudik menggunakan kereta api membuat peserta program mudik gratis dengan armada bus tersebut membeludak. Mereka begitu antusias mengikuti kegiatan mudik gratis.

Supriya‎ti (52), warga RT12/RW09, Kelurahan Koja, mengatakan dirinya jauh lebih memilih menggunakan program mudik gratis bersama IPC pasalnya dirinya tidak mendapatkan tiket kereta api ke kampung halamannya di Yogyakarta.

“Kalau pas lebaran begini harga tiket ke sana bisa Rp 400.000 sampai Rp 500.000, padahal kalau di hari biasa hanya berkisar Rp 150.000 sampai Rp 200.000 saja,” ujar Supriyati, Rabu (29/6) pagi sebelum pemberangkatan mudik gratis oleh jajaran terkait di halaman Terminal II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Menurutnya, kenaikan harga tarif bus menjelang lebaran memang sudah menjadi tradisi dan sering dilakukan secara sepihak oleh Perusahaan Otobus (PO) untuk mengambil kesempatan dan mendapatkan keuntungan sepihak.

“Sudah gak heran kalau pas lebaran harga tiket bisa naik sampai dua hingga tiga kali lipat dibanding harga normal dihari biasa. Kalau naiknya 10% sampai 30% mungkin kita masih bisa maklumi, tapi kalau sudah naik dua kali lipat itu mah namanya sudah keterlaluan,” tambahnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Abdul Rohim (34), warga RT04/RW03, Kelurahan Tugu Utara yang hendak pulang ke kampung halamannya di Purwokerto. Dia awalnya berniat menggunakan kereta api namun sudah kehabisan tiket sejak awal bulan Juni 2016 lalu.

“Kalau saya memang biasanya naik kereta tiap tahun, tapi karena tahun ini gak kebagian tiket kereta malah akhirnya saya memilih mendaftar untuk mudik gratis,” kata Abdul.

Ia mengungkapkan dengan adanya program bus gratis, maka sangat membantu pengeluaran dari keluarganya yang hendak melalukan mudik ke kampung halaman.

“Sangat membantu ada mudik gratis seperti ini, apalagi sekarang harga-harga sedang mahal, kalau bisa lebih diperbanyak lagi program mudik gratis seperti ini sehingga bisa membantu bagi mereka yang tidak memiliki budget besar untuk lebaran,” tambahnya.

Namun bagi Mariadi (39) warga Kelurahan Semper Barat mengaku sudah empat kali mengikuti kegiatan mudik gratis yang diadakan oleh berbagai instansi perusahaan untuk menekan ongkos pengeluaran.

“Saya sebelumnya sering ikut mudik gratis dari Jasa Raharja, Sidomuncul, dan berbagai perusahaan lainnya yang mengadakan setiap tahun, memang jadi lebih jauh ekonomis mas mudik dengan menggunakan bus gratis, jadi uang yang seharusnya untuk tiket bus bisa digunakan untuk berbagi di kampung halaman,” kata Mariadi yang berkampung halaman di Sukoharjo itu.

Ia mengungkapkan‎ mengetahui adanya informasi mudik gratis dari mulut ke mulut antar sesama rekan kerja dan dari media internet. Ketika mengetahui ada program mudik gratis yang dilakukan oleh Pelindo II, dirinya langsung mendaftar ke Kantor IPC di Pelabuhan Tanjung Priok dua minggu yang lalu.

“Persyaratannya sangat ringkas, cukup membawa fotokopi KTP dan KK saja, dan langsung di terima oleh petugas IPC, kalau naik bus ke Sukoharjo ‎sekarang harga tiketnya sudah Rp 400.000, padahal di hari biasanya hanya Rp 150.000,” ungkapnya

Source : www.beritasatu.com