Jadi Hub Internasional, Ini Persiapan di Pelabuhan Tanjung Priok

Bandung – Pelabuhan Tanjung Priok akan menjadi hub internasional yang rencananya beroperasi pada semester II 2017. Bagaimana persiapannya saat ini?

Di Tanjung Priok nantinya akan ada tempat kargo konsolidasi. Di tempat ini barang-barang dari daerah dikumpulkan di Priok agar muatan kapal besar penuh sebelum diekspor. Saat ini telah ada 3 shipping line kapal besar yang mau bersandar di Priok demi proyek ini.

“Nanti Priok mau jadi transhipment internasional. Ada kargo konsolidasi dari daerah-daerah itu ke Priok. Sekarang sudah ada 3 shipping line yang sudah bekerja sama dengan kita. Saya tidak mau sebutkan karena pihak sana tidak mau disebutkan,” kata Dirut PT Pelindo II, Elvyn G Masassya, di Hotel Hilton, Bandung, Jumat (4/2/2017).

Lokasi pelabuhan Tanjung Priok sebagai hub internasional ini tidak berada di dekat jalur perdagangan internasional seperti Pelabuhan Kuala Tanjung Sumatera Utara yang berada di dekat Selat Malaka dan Singapura. Namun, Tanjung Priok masih cukup menarik bagi shipping line untuk bersandar karena Jawa memiliki prospek industri yang besar.

“Itu proses bisnis di mana Indonesia sendiri kalau dari sisi titik berat industri, titik berat ekonomi, Jawa masih suatu yang besar dalam beberapa tahun ke depan. Jadi diharapkan daya tarik Tanjung Priok ini masih memberikan hal yang positif,” kata Dani.

Disinggahi kapal besar

Direktur Operasi dan Sistem Informasi Pelindo II, Prasetyadi mengatakan saat ini Tanjung Priok telah siap disandarkan kapal besar berkapasitas hingga 10.000-12.000 TEUs per vessel.

“Jadi memang benar hampir 60-70% barang dari Indonesia itu harus lewat Singapura dulu. Jadi di sana ada kapal transit lalu ke destinasinya. Kita coba merubah di Tanjung Priok jadi kapal besar tidak perlu nunggu di Singapura. Kita sudah siap menerima kapal sampai dengan generasi ke 7. Jadi yang di sana yang sudah bisa masuk itu sampai 10.000-12.000 TEUs per vessel,” kata Prasetyadi.

Adanya hub internasional ini menurutnya akan mengefisienkan biaya logistik sekitar 1,5 juta per kontainer. Hal itu karena tidak harus dikenakan biaya pemindahan kapal di Singapura.

“Kita bisa menerima kapal besar untuk direct call ke negara tujuan seperti ke AS, Eropa dan Asia timur. Itu target kita ke depan,” imbuhnya. Kapasitas priok saat ini sekitar 8,5 juta TEUs. Saat ini sedang dibangun 3 juta TEUs pada proyek New Tanjung Priok Container Terminal (NPCT tahap 2 dan 3). Secara total Priok akan berkapasitas 11,5 juta TEUs jika proyek NPCT 2 dan 3 selesai 2019.

Source : www.finance.detik.com