PLN Jamin Pasokan Listrik Pelabuhan Kalibaru

JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menjamin kehandalan pasokan listrik Pelabuhan Kalibaru. Guna memasok listrik pelabuhan baru di kawasan Tanjung Priok tersebut, PLN akan membangun saluran kabel tegangan tinggi bawah tanah (SKTT) 150 kilo volt (Kv) tersambung dari Marunda ke Kalibaru dengan panjang 6,2 kilometer.

“PLN dengan Pelindo II sudah menandatangani kontrak perjanjian pasokan listrik untuk Pelabuhan Kalibaru. Tujuannya mengantisipasi kebutuhan listrik di pelabuhan baru ini nantinya,” ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat Murtaqi Syamsuddin di acara pemboran pertama SKTT 150 Kv di Kalibaru, Cilincing, Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Menurut dia, pembangunan saluran kabel bawah tanah ini menelan investasi Rp240 miliar dengan sepenuhnya pembiayaan dilakukan melalui pinjaman Bank Mandiri. Pihaknya menargetkan pembangunan SKTT 150 kv dapat selesai dalam jangka waktu 12 bulan. “Biaya itu diperoleh dari kredit Bank Mandiri. Kami menargetkan dalam jangka waktu 12 bulan ke depan sudah selesai,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, jalur transmisi bawah tanah tersebut nantinya akan terhubung dari Gardu Induk (GI) Pelindo A di Tanjung Priok dan GI Pelindo B yang terletak di Marunda. Kedua GI Pelindo ini dibangun PT Pelindo II selaku pemilik Pelabuhan Kalibaru. “Ini ke depan, pasokan listrik Pelabuhan Kalibaru akan sangat handal karena dua gardu induk dipasok dari dua arah, yaitu dari PLTGU Tanjung Priok dan PLTU Muara Tawar,” kata dia.

Murtaqi melanjutkan, pembangunan SKTT 150 Kv merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan program 35.000 megawatt yang disalurkan melalui 46.000 kilometer sirkuit jaringan transmisi dan terhubung gardu induk dengan daya 109.000 megavolt ampere.

“Ini bentuk kerja nyata PLN menerangi negeri yang sudah di canangkan pemerintah guna melayani kebutuhan listrik masyarakat,” kata dia.

Pada kesempatan sama, General Manajer Unit Induk Pembangunan Jawa bagian Barat, Robert Aprianto Purba mengatakan, dengan sub sistem yang handal dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap Tanjung Priok dan Pembangkit listrik Tenaga Uap Muara Tawar dipastikan pasokan listrik untuk Pelabuhan Kalibaru tidak sebatas cukup tapi dijamin kehandalannya.

Pasalnya ke dua pembangkit saling mendukung memperluat pasokan listrik. “Jika salah satu terjadi gangguan maka yang satunya akan menjadi cadangan begitu sebaliknya,” kata dia. Robert juga mengatakan, pembangunan salauran kabel bawah tanah tersebut 84% kabelnya menggunakan komponen lokal sedangkan sisanya 16% impor untuk isolasi tembaga logam metal yang belum diproduksi di dalam negeri. “Ini wujud upaya PLN mendukung peningkatan Tingkat Kadungan Dalam Negeri, baik untuk proyek saat ini maupun proyek-poyek selanjutnya,” tutupnya.

Source : www.sindonews.com