Utang untuk Proyek Pelabuhan Patimban Bisa Cair 2 Bulan Lagi

Jakarta – Pemerintah telah menetapkan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, sebagai pengganti lokasi Pelabuhan Cilamaya di Karawang yang batal digarap. Pelabuhan Patimban telah ditetapkan menjadi proyek strategis nasional. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengungkapkan saat ini Detail Engineering Design (DED) untuk Patimban sedang difinalisasi. Setelah DED selesai, pinjaman untuk proyek ini bisa cair, kemungkinan di September 2017.

“Patimban kita sedang finalisasi DED-nya, dan sedang finalisasi siapa yang jadi partner di situ. Dengan proses ini diharapkan loan (pinjaman) itu akan segera cair mungkin September,” kata Budi saat ditemui di Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (31/7/2017). Pembangunan atau tahap konstruksi ditargetkan mulai pada awal 2018 setelah pinjaman cair. Kemudian Pelabuhan Patimban akan dioperasikan secara bertahap.

“Kita akan segera mulai kurang lebih awal 2018, dan kita akan operasikan awal 2019. Jadi kita akan operasikan secara bertahap,” tutur Budi.Pelabuhan Patimban sebagai proyek strategis nasional akan dibangun dalam tiga tahap pembangunan, di mana tahapan konstruksi akan dimulai pada bulan Januari 2018, soft opening pada bulan Juli 2019 dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada tahun 2027.

Diperlukan dana sekitar Rp 43 triliun untuk mengerjakan Pelabuhan Patimban. Sekitar 71% biaya pembangunan Patimban berasal dari pinjaman, yaitu untuk breakwater, pengerukan, reklamasi, dermaga dan seawall, trestle, dan Jalan Akses. Kemudian 19% dari APBN untuk lahan kurang lebih 360 hektar dan pajak 10%, serta Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) sebesar 10% untuk peralatan dan pengoperasian.

Source : www.finance.detik.com