Jalan Tol Cibitung Cilincing Sebagai Akses Penghubung Pelabuhan Tanjung Priok dengan Kawasan Industri di Timur Jakarta

Jakarta, 19 Desember 2018 — PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC menambah satu terminal  container baru untuk memaksimalkan pelayanan bongkar muat Barang di Pelabuhan Tanjung Priok yang kini dikenal dengan New Priok Container Terminal One (NPCT1). Terminal NPCT1 merupakan fase pertama dari keseluruhan Proyek New Priok Container Terminal yang  dikembangkan  oleh  anak  perusahaan IPC, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI).

PPI saat ini kembali dipercaya untuk mengerjakan pembangunan Jalan Tol Cibitung Cilincing (JTCC) untuk mendukung kinerja Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan  ruas jalan tol sepanjang 34,8 kilometer, JTCC akan menjadi  akses  penghubung  antara Pelabuhan Tanjung Priok, terutama New Priok Container Terminal dengan area hinterland utama berupa kawasan industri di Bekasi, Cibitung, Cikarang  dan Karawang.

Commercial & Business Development Director PT PPI Kiki M. Hikmat mengatakan, “Ruas JTCC akan mempercepat durasi tempuh dari Cibitung ke Cilincing yang sebelumnya tidak menentu, kini dipangkas sehingga diperkirakan menjadi 45 menit saja. JTCC diperkirakan akan dilalui oleh sekitar 5O ribu kendaraan per hari dari dan menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok, khususnya New Priok Container Terminal”.

Proyek Pembangunan JTCC ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional melalui Peraturan Presiden No.3 Tahun 2016 dan diperbarui dengan Peraturan Presiden No.58 Tahun 2018. Pekerjaan proyek JTCC dilakukan melalui anak perusahaan PPI, yaitu PT Akses Pelabuhan Indonesia (API). PT API bersama dengan PT Waskita Toll Roads (WTR) kemudian membentuk perusahaan patungan bernama PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP Tollways) dengan kepemilikan saham milik API sebesar 45% dan WTR sebesar 55%.

Groundbreaking konstruksi ATCC telah dilakukan pada 19 September 2O17. Konstruksi JTCC sepanjang 34,8 kilometer akan terdiri dari empat Seksi, yaitu:

  • Interchange (IC) Cibitung – Interchange (IC) Telaga Asih sepanjang 3,14 kilometer
  • IC Telaga Asih — IC Tambelang sepanjang 10,30 kilometer
  • IC Tambelang – IC Tarumajaya sepanjang 14,3 kilometer
  • IC Tarumajaya – IC Cilincing sepanjang 7,10 kilometer

Konstruksinya terdiri dari jalan layang sepanjang sekitar 2 kilometer dari IC Cibitung sampai dengan IC Telaga Asih, sepanjang 7.3 kilometer terdiri dari konstruksi di atas tanah timbun (at grade) dan sisanya konstruksi pile slab (slab on pile) sekitar 25.1 kilometer serta beberapa jembatan dan bangunan struktur lainnya.

Total nilai investasi proyek JTCC mencapai Rp1O,8O4 trilyun dengan porsi pembiayaan Equity sebesar 3O% dan Pinjaman (Bank) sebesar 7O%. Sementara biaya Pengadaan tanah yang menjadi kewajiban Pemerintah mencapai Rp. 4,618 triliun dan sudah terealisasi Rp. 2,435 triliun di mana sebesar Rp. 1,956 triliun menggunakan Dana Talangan Perusahaan yang diperoleh dari kredit perbankan.

“Hingga 14 Desember 2O18, progres pengerjaan konstruksi proyek JTCC telah mencapai 34,56% sedangkan progres pengadaan lahan mencapai 75,32%. Kami optimis prospek JTCC ke depan akan sangat baik dan diperkirakan akan beroperasi pada triwulan IV 2O19,” tutup Commercial & Business Development Director PT PPI Kiki M. Hikmat.