Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak

PPI melaksanakan project management dalam pengembangan dan pembangunan Terminal Kijing dengan ruang lingkup sebagai berikut:

01

Tahap Pra-Konstruksi

02

Tahap Pembahasan Konsesi

03

Tahap Pengadaan Lahan

04

Tahap Konstruksi

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebagai leading company  di bidang operator pelabuhan memiliki visi besar dalam pengembangan infrastruktur maritim di Indonesia. Sejalan dengan program pemerintah yang menjadikan bidang maritim sebagai prioritas, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) berencana mengembangkan beberapa pelabuhan baru, salah satunya adalah Terminal Kijing di Kalimantan Barat.

Pengembangan pelabuhan di wilayah Kijing ini merupakan salah satu program pemerintah untuk percepatan penyediaan infrastruktur nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Dalam hal ini IPC mendapat penugasan dari Pemerintah untuk melaksanakan Pekerjaan Pembangunan dan Pengoperasian Terminal Kijing dimaksud sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 43 tahun 2017.

Dalam mengimplementasikan proyek, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC bekerja sama dengan PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI) yang bertindak sebagai pelaksana dalam manajemen dan implementasi proyek. Kerjasama tersebut tertuang dalam Perjanjian antara IPC dengan PPI tentang Kerjasama Pembangunan dan Pengembangan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kalimantan Barat. Tujuan dari Perjanjian Kerjasama ini adalah agar terselenggaranya proses Pekerjaan Pembangunan dan Pengembangan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kalimantan Barat secara optimal sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Ulasan Proyek

  1. Wilayah Kalimantan Barat menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan ekonomi yang diumumkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Wilayah ini memiliki beberapa potensi sumber daya alam seperti minyak kelapa sawit, bauksit, karet, kayu, dan produk pertanian lainnya. Selain itu, ada banyak investor (baik lokal maupun asing) yang tertarik untuk berinvestasi di sektor industri di Kalimantan Barat.Potensi ini disadari oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC sebagai perusahaan penyedia jasa pelabuhan untuk dapat mengembangkan potensi pelabuhan di pantai Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat. Rencana pembangunan pelabuhan ini juga sangat berpeluang, mengingat kondisi eksisting Pelabuhan Pontianak yang merupakan pelabuhan terdekat dengan Kijing yang sudah over kapasistas serta kedalaman alur Sungai Kapuas yang terbatas yaitu ± 5 meter. Diharapkan dengan adanya Terminal Kijing nantinya dapat mengurangi beban pelabuhan di Kalimantan Barat yang sudah ada, mengundang kapal ocean going untuk dapat berlabuh di Terminal Kijing serta mengurangi biaya logistik secara keseluruhan. Terminal Kijing terletak ± 80 km dari Utara Pelabuhan Pontianak dimana terdapat Pulau Temajo di depan Pantai Kijing dengan jarak ± 5 km yang dapat dimanfaatkan untuk meredam energi gelombang.
  2. Dalam rencana jangka panjang, Terminal Kijing akan ditunjang oleh area industry Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluas 5000 Ha.
  3. Terminal Kijing akan dikembangkan dalam 3 (tiga) tahap, yaitu: Initial Phase, Tahap I dan Tahap II. Terminal Kijing memiliki fasilitas offshore dan fasilitas onshore yang masing-masing memiliki 4 (empat) zona, yaitu: zona peti kemas, zona curah cair, zona curah kering dan zona multipurpose yang diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalimantan Barat dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat.